- Dipublikasikan oleh BMKG DI Yogyakarta,
- 2 Februari 2026
Sleman, 2 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Sleman menjalin sinergi strategis dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten. Kerjasama ini difokuskan pada pelaksanaan kajian bersama Mikrozonasi Bahaya Seismik guna memetakan potensi risiko gempa bumi dan likuefaksi di wilayah Klaten secara lebih mendalam. Pertemuan koordinasi yang berlangsung di Ruang Operasional Pusat Gempa Bumi Regional VII Yogyakarta pada Senin (2/2/2026) ini dihadiri langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Sleman beserta tim teknis, serta Kepala Pelaksana BPBD.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menegaskan bahwa BMKG berkomitmen menyediakan data saintifik yang akurat untuk mendukung pembangunan daerah yang berwawasan mitigasi. Melalui mikrozonasi, BMKG akan melakukan identifikasi karakteristik tanah dan respon seismik di berbagai titik di Kabupaten Klaten.
“Kami mendukung penuh langkah proaktif Pemkab Klaten. Kajian mikrozonasi ini merupakan langkah krusial agar pengembangan wilayah dan rencana tata ruang ke depan benar-benar berbasis pada data kerawanan bencana yang nyata,” ujar Ardhianto.
Dalam pemaparannya, Ketua Tim Pengembangan dan Inovasi MKG (PIMKG) Stasiun Geofisika Sleman, Nugroho Budi Wibowo, menjelaskan bahwa proses kajian ini akan melalui beberapa tahapan ketat, meliputi perencanaan teknis dan identifikasi wilayah, survei lapangan menggunakan peralatan seismik standar BMKG, dan pengolahan data dan analisis lanjutan untuk memetakan zona rawan. Nugroho juga memberikan gambaran keberhasilan kajian serupa yang telah dilakukan di wilayah Gunungkidul bagian selatan, di mana hasil kajian tersebut kini menjadi rujukan utama dalam menentukan zona aman bangunan dan mitigasi likuefaksi.
Data yang dihasilkan dari penelitian bersama ini nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Klaten sebagai bahan pertimbangan utama dalam menyusun rencana tata ruang. Dengan diketahuinya titik-titik rawan, diharapkan risiko dampak gempa bumi di masa depan dapat diminimalisir secara signifikan melalui kebijakan konstruksi dan zonasi yang tepat. Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran BMKG dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui ketersediaan informasi geofisika yang presisi dan aplikatif.



















