,
STANDAR WAKTU INDONESIA
WIB / UTC
BMKG DI Yogyakarta

BERITA

Dari Kelas ke Titik Kumpul: BGTS BMKG Latih Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah Kesatuan Bangsa

Daftar Isi

Bantul, 10 Februari 2026 — BMKG Stasiun Geofisika Sleman melaksanakan kegiatan BMKG Goes to School (BGTS) di Sekolah Kesatuan Bangsa, Sedayu, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh 379 peserta, terdiri atas 349 siswa dan 30 guru pendamping.

Program BGTS merupakan bagian dari upaya BMKG dalam meningkatkan literasi kebencanaan dan membangun budaya sadar risiko bencana, khususnya gempabumi dan tsunami, di lingkungan pendidikan.

Ketua Tim Mitigasi Stasiun Geofisika Sleman, Dwi Budi Susanti dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan sejak dini memiliki peran penting dalam mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

“Sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan pemahaman kebencanaan. Melalui BGTS, BMKG ingin membekali siswa dan guru dengan pengetahuan serta keterampilan dasar agar mampu bersikap tenang, cepat, dan tepat saat terjadi gempabumi maupun tsunami,” ujar Dwi.

Rangkaian kegiatan BGTS meliputi pembukaan, penyampaian materi kebencanaan dan sesi tanya jawab, serta simulasi evakuasi mandiri di lingkungan sekolah. Simulasi ini bertujuan melatih kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam merespons situasi darurat secara terkoordinasi.

Selain itu, BMKG juga memberikan rekomendasi teknis terkait penataan rambu evakuasi, penentuan titik kumpul, serta pembaruan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bencana gempabumi di sekolah.

Untuk meningkatkan pemahaman secara lebih interaktif dan menyenangkan, kegiatan BGTS turut dikemas melalui berbagai board game edukatif kebencanaan, seperti miniatur sirine tsunami, miniatur gerakan tanah dan magnitudo gempa, Board Game Runami, Monopoli Gempabumi, Monopoli Gempabumi Tsunami, Board Game 12 Indikator Tsunami Ready Community, serta permainan ular tangga bertema gempabumi dan tsunami.

Melalui program BGTS, BMKG berharap sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran kesiapsiagaan bencana dan mendorong terbentuknya lingkungan pendidikan yang tangguh terhadap risiko gempabumi dan tsunami.

Bagikan siaran pers ini melalui :